Belajar Bisnis Online dari Zappos : Kisah Pendiriannya dan Mengapa Sepatu Bagus Untuk E-Commerce?

By: | Tags: | Comments: 0 | Agustus 29th, 2014

Zappos Isn’t a Company — It’s a Mission

r1

Di era dotcom boom tahun 1990 di Amerika, satu-satunya barang yang bisa dijual di internet adalah buku dan CD. Wisdom convensional saat itu adalah barang lainnya tidak bisa dijual online, terutama yang fashion-related. Saat itu founder Zappos Nick Swinmurn mengirimkan voice mail kepada Tony Hsieh.

Saat itu tahun 1999 dan 5% dari total sales sebesar $40 billion di industri sepatu terjadi melalui katalog. Nick Swinmurn membagikan statistik ini kepada banyak Venture Capitalist, yang semuanya mengatakan “tidak ada yang membeli sepatu secara online.”

“Saya rasa saat itu mereka tidak mendengar saya” kata Nick, “jadi saya mengatakan kepada mereka lagi : 5% dari penjualan sepatu terjadi melalui katalog mail order.” Mereka masih menjawab “Nah.”

Berikutnya, Nick mengirimkan pesan kepada Tony Hsieh dari Venture Frogs.

“Saya hampir menghapus voice mail dari Nick” kata Tony. Nick meninggalkan pesan bahwa ia ingin membuat perusahaan yang menjual sepatu secara online. Saya rasa tidak mungkin orang mau membeli sepatu yang saat itu tidak ada di depan mereka dan Nick tidak memiliki background yang terkait industri footwear.

Sepertinya ini tanda-tanda dari bad internet ideas.

Tetapi tepat sebelum saya menekan tombol delete, Nick mengatakan tentang size dari pasar retail sepatu yang sebesar $40 billion. Lebih menarik lagi, 5 % dari angka itu dilakukan lewat mail order catalogs.

Tidak masalah apakah saya (Tony) mau membeli sepatu tanpa mencobanya terlebih dahulu. Yang penting adalah consumers sudah melakukannya dan cukup beralasan untuk saya mengasumsikan bahwa suatu hari web sales suatu hari akan menjadi besar seperti catalog sales.

Kami juga mengasumsikan ke depannya, sepanjang yang kita tahu, semua orang masih akan memakai sepatu. Kita harus percaya itu dulu, ini market besar dan akan terus menjadi market besar.

Tony Hsieh kemudian mendukung Nick dan bersama-sama menjalankan Zappos, dari tahun 1999 sampai 2004, Tony menginvestasikan dana untuk Zappos, karena awalnya tentu saja Zappos tidak langsung meledak penjualannya. Tony sendiri awalnya menjadi advisor di Zappos namun kemudian terus “tersedot” ke dalam bahkan mengambil posisi CEO.

Pada awalnya tantangan yang mereka hadapi adalah mereka tidak bisa mengajak brand besar untuk menjual sepatu di tempat mereka. Ini masalah chicken and egg. Traffic yang datang ke Zappos masih kecil karena mereka hanya memiliki sedikit brand yang dijual dan menarik bagi hanya sebagian kecil konsumen, sangat berat.

Di tahun-tahun awal (1999-2004) mereka bisa dibilang “membakar uang” mereka bersandar pada kepercayaan bahwa suatu saat nanti brand-brand besar ini akan mau menjual kepada mereka. Saat Tony bergabung ke Zappos, Tony memiliki 1 penthouse dan 10 apartement. Di tahun 2004 saat Sequoia Capital menginvestasikan dananya ke Zappos, Tony hanya memiliki 1 apartemen, tapi tetap saja ia masih mengatakan “Ok kita butuh dana lagi, saya akan menjual apartemen lagi untuk mendanainya.”

Tony mendapat banyak uang dari menjual perusahannya ke Microsoft (LinkExchenge) dan membelanjakan uang itu untuk apartemen yang kemudian dijual untuk membuat Zappos tetap berjalan.

Nick dan Tony banyak melalui pembicaraan-pembicaraan kecil seperti :

Berapa banyak uang yang kamu butuhkan bulan ini?

Kita bekerja tidak dibayar .. berapa biaya makanmu sebulan?

Berapa biaya apartemenmu? kamu bayar cicilan mobil tidak ?

Ok saya akan membayari biaya tinggalmu karena kamu akan tinggal di apartemen ini sampai saya menjualnya.”

Saat itu banyak orang mulai mengatakan pada Tony : ”you’re crazy” …  ”what are you doing, this thing is never going to work.”

Tony memikirkannya dengan sangat personal dan memutuskan untuk tidak mendengarkan orang-orang itu dan memutuskan terjun sepenuh hati.

“Have fun. The game is a lot more enjoyable when you’re trying to do more than just make money.” – Tony Hsieh

Kami juga beberapa kali mengatakan kepada seluruh karyawan “ada yang mau bekerja volunteer dan bekerja untuk saham?” dan orang-orang yang mengambil tawaran ini mendapat bayaran mereka berupa kenaikan harga saham dengan sangat luar biasa dalam jangka panjang.

Untungnya tidak satupun dari Nick dan Tony memiliki anak dan mereka juga belum menikah, tidak ada yang punya tanggung jawab kepada seseorang, ketika ada yang mengatakan ” Tidurlah di sofa ini selama sebulan” tentu kami ok saja.

Remember that it’s a long term game – Tony Hsieh

Pendanaan first round dari Sequoia datang di tahun 2004, sekitar 4 atau 5 tahun setelah Zappos berdiri. Cukup lama. Tony menginvestasikan sekitar $12 million dan $15 million dalam jangka waktu itu, sejak awal kami sudah datang ke Sequoia dan kami terus datang ke mereka dan mereka terus mengatakan “Mari terus jaga relasi di antara kita, tetapi ini bukan sesuatu yang kami cari sekarang”.

Sampai suatu saat mereka mengatakan “Hai kalian sudah sampai di point di mana kami tertarik berinvestasi ke Zappos.”

r2

“To become really good, you need to live it and sleep it” – Tony Hsieh

Zappos.com adalah situs retailer ecommerce yang sukses membangun brand online dan jumlah sales yang kuat. Zappos.com menjadi sebuah studi kasus yang menarik karena mereka menemukan “winning formula” dari situs ecommerce secara umum yaitu dengan mendapatkan konsumen dengan efektif melalui search engine marketing (SEM) dan membuat konsumen datang dan datang lagi. Bagaimana Zappos bisa seperti sekarang ?

Leave a Reply

two × 5 =