Budidaya katak Lembu atau “ Bullfrog “

By: | Tags: , , , , , , , , | Comments: 0 | Oktober 24th, 2014

By. Y. Ari Budi Djarum Kudus & Team The Coach.

 

Sebagian orang merasa bingung ingin berternak tetapi alasan yang cukup klasik adalah: takut gagal, tidak menguasai bidang yang dimaksud, bingung bagaimana cara memulai dsb. Hari ini kami team The Coach Community ingin mensharingkan sedikit pengetahuan tentang bagaimana beternak Katak Lembu yang telah dibuktikan oleh seseorang yang nekat dengan segala keterbatasan pengetahuan membuat usaha ternak katak lembu. Y. Ari Budi dari kota KLATEN, adalah karyawan PT. Djarum Kudus yang akan memasuki pensiun dari Djarum pada bulan Juli 2015. Menurut cerita beliau bahwa ternak lembu yang dia tekuni hari ini adalah berangkat dari sepasang indukan ( 2 betina dan 1 pejantan ) dimana 2 indukan tersebut yang sudah siap bertelur, waktu itu harga indukan tersebut seharga Rp. 5.00.000 s/d 1 juta rupiah. Waktu itu indukan tersebut dibeli dari daerah Sleman Jogjakarta. Tetapi sekarang Bapak Y. Ari Budi bisa memijahkan sendiri dengan cara otodidak dan tergolong menjadi peternak Katak Lembu yang cukup berhasil didaerahnya.

Beliau mulai beternak katak lembu tersebut awalnya dengan 1 kandang yang berukuran 3 x 4 m dengan daya tampung sekitar 3.000 precil ( anak katak ). Hari ini beliau sudah memiliki 12 kandang dan panen setiap bulan antara 50 s.d 60 kg setiap kali panen. Sedangkan harga per kilo gram antara 50.000 s.d 55.000/kg. Kemana pemasaranya ? Beliau menuturkan bahwa hasil panen tersebut masih merasa kurang untuk mensuplai kebutuhan Rumah makan Budhenya dan Rumah makan anaknya sendiri. Beliau mengatakan masih perlu supplier dari peternak katak lembu yang lain untuk memenuhi kebutuhan tempat yang lain atas dasar permintaan yang masih belum terpenuhi. Dengan demikian kami menangkap sebuah peluang besar terbuka bagi siapapun yang berkeinginan untuk membuat bisnis yang sama dengan bapak Ari.

Team The Coach Community saat wawancara dengan bapak Ari, menawarkan beberapa ide yang baik untuk bagaimana mengembangkan usaha dan sekaligus meningkatkan pendapatan Pak Y. Ari Budi dengan cara :

  1. Membantu mendidik para tetangga yang memiliki keinginan beternak Katak Lembu yang sama seperti beliau, lalu hasil panennya di setor ke Pak Ari.
  2. Team The Coach akan mempublikasikan hasil usaha Pak Y Ari Budi tersebut melalui website the coach yang akan dibaca oleh ribuan anggota the coach, sehingga siapapun anggota tersebut yang membutuhkan produk katak lembu langsung bisa menghubungi Bapak Ari di 087833833904
  3. Team The coach bermaksud memberikan sharing bagaimana beternak katak lembu melalui kolom website ini, dengan maksud agar pak Ari khususnya bisa semakin meningkat pengetahuanya tentang bagaiaman beternak katak lembu yang baik sehingga Pak Ari menjadi semakin sukses lagi . Demikian pula bagi anggota the coach yang lain yang ingin memulai beternak katak lembu bisa akses langsung memalui website : mi-comm.com

Untuk lebih membuat para pengunjung website yahkin bahwa beternak Katak lembu itu adalah besar peluangnya makan simaklah tips berikut ini :

Bagaimana Peluang Berbisnis Katak Lembu ?

Analisis Strategi
Prospek pengolahan kodok lembu dianalisa dengan menggunakan metoda SWOT, yang bertujuan menganalisa situasi perusahaan yang meliputi lingkungan internal, terdiri dari kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness), dan lingkungan eksternal yang terdiri dari peluang (Opportunity) dan ancaman (Threaten)

Faktor-faktor strategis internal yang menjadi kekuatan/Strength dari usaha budidaya kodok lembu terletak pada aspek – aspek berikut :

1. Pemasaran ke luar negeri (ekspor) sampai saat ini tidak menjadi masalah karena keadaan

pasokan (supply) kodok dunia masih belum memenuhi permintaan (demand).
2.Belum banyak pelaku usaha yang terjun ke bidang usaha budidaya kodok lembu sehingga

persaingan usaha belum cukup ketat.
3.Daya adaptasi kodok lembu yang besar, sehingga memungkinkan untuk mendapatkan

derajat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang tinggi sewaktu membudidayakannya, dan

memiliki resiko gagal yang rendah pada teknis pemeliharaan.
4.Budidaya kodok lembu juga lebih menjanjikan dibanding dengan budidaya perikanan lain,

karena monitoring kesehatan lebih mudah dilakukan terhadap kodok lembu dibanding

komoditas perikanan lain yang hidup di air. Hal ini disebabkan karena komoditi perikanan lain

hidup di dalam air sehingga menyulitkan pengecekan kesehatan secara visual dibandingkan

kodok lembu yang wujudnya tampak dari permukaan air (binatang amphibi).
5.Peluang lain yang mendukung budidaya kodok lembu adalah dengan adanya pelarangan

untuk menangkap kodok liar, menjadikan persaingan untuk mendapatkan kodok lebih sedikit.

Kelemahan Beternak Katak Lembu

1.Belum banyaknya petani yang tahu cara/perijinan dan jalur menuju ekspor, sehingga jalur

distribusi terpotong oleh tengkulak dan menyebabkan petani merugi dan menghambat

perkembangan budidaya kodok lembu.
2.Produk dari kodok lembu (paha kodok) sangat riskan terhadap penurunan mutu sehingga

pengawasan terhadap standar mutu produk sangat ketat. Hal ini dapat merugikan petani yang

kurang tahu akan hal tersebut.
3.Sulit mendapatkan percil dalam jumlah yang banyak karena unit-unit pembenihan yang ada

belum mencukupi. Hal ini merupakan dampak lain dari masih sedikitnya pelaku usaha

budidaya kodok lembu
4.Faktor keamanan, karena biasanya budidaya kodok lembu dilakukan di tempat yang sepi dan

di areal pinggiran yang masyarakatnya hidup dibawah garis kemiskinan.
5.Industri budidaya kodok lembu sangat sensitif terhadap perubahan harga jual maupun harga

komponen- komponen produksi.

Kelebihan/keunggulan Beternak Katak Lembu

1.Indonesia adalah negara yang memiliki sangat banyak daerah yang cocok dengan standar

biologis kodok lembu (terutama di daerah Jawa).
2.Pengembangan usaha kodok lembu tidak memerlukan tempat yang mahal, dan sederhana

cara budidayanya, sehingga dengan dukungan investor, dapat diharapkan Indonesia menjadi

penghasil kodok lembu terbesar di dunia.
3.Dengan teknologi pengolahan yang tepat diharapkan semua bagian tubuh dari kodok lembu

dapat dimanfaatkan, yang akan meningkatkan diversifikasi produk olahan kodok lembu.
4.Besarnya potensi pasar dunia, dan meningkatnya kesadaran gizi masyarakat sehingga

masyarakat mulai beralih ke makanan dengan protein tinggi yang secara tidak langsung akan

meningkatkan permintaan kodok lembu.
5.Budidaya kodok lembu tidak memerlukan bahan baku impor, sehingga pengadaan bahan

baku tidak tergantung pada kondisi nilai tukar mata uang regional.
6.Adanya perbaikan perekonomian makro (nasional) yang diindikasikan dengan mulai

tumbuhnya perekonomian Indonesia di tahun tahun 2002 yang semakin kuat memberikan

harapan untuk berinvestasi dan berusaha kembali.
7.Adanya perhatian pemerintah yang lebih pada sektor perikanan akan memberikan peluang

yang lebih besar terhadap usaha budidaya kodok lembu di Indonesia.

Ancaman Beternak Katak Lembu
1.Belum adanya persatuan pembudidaya kodok lembu yang mengatur kendali harga sehingga

tidak dipermainkan oleh para tengkulak, dan untuk memperkuat distribusi budidaya kodok

lembu.
2.Hambatan standar kualitas dan mutu yang ditetapkan pasar internasional terhadap produk

paha kodok.
3. Situasi politik dan keamanan yang tidak menentu akan berdampak buruk bagi

perkembangan bisnis usaha budidaya kodok lembu dalam negeri.

Strategi Bisnis Katak Lembu
Berdasarkan kondisi peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan tersebut, beberapa alternatif strategi dapat diformulasikan sebagai berikut :
1.Membangun dan mengembangkan kerjasama antara berbagai pihak pelaksana bisnis kodok

lembu , mulai dari kemitraan strategis antara berbagai penyedia bahan baku produksi (usaha

pembenihan, usaha penyedia pakan dan obat-obatan), para petani/pengusaha kodok lembu,

industri pengolahan kodok lembu dan mitra usaha lainna dalam bidang pemasaran.
2.Merintis jaringan kemitraan usaha untuk diversifikasi produk kodok lembu olahan.
3.Memperkuat jaringan distribusi yang dimiliki oleh pengusaha.
4.Peningkatan penguasaan pasar dengan ekspansi usaha.
5.Peningkatan produksi dengan peluang proyeksi permintaan yang cenderung meningkat.
6.Meningkatkan kemandirian dengan cara menyatukan dua rantai budidaya yaitu pembenihan

dan pembesaran, sehingga pengusaha tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan benih

dalam jumlah banyak, dan berkualitas.
7.Meningkatkan kompentensi industri usaha budidaya kodok lembu dengan standarisasi

kualitas produk dan industri.
8.Kerjasama yang baik dari semua pihak untuk menjaga stabilitas dibidang politik, sosial dan

keamanan.
9.Mendorong pemerintah untuk menjamin kestabilan nilai tukar rupiah.
 

CARA BETERNAK KATAK LEMBU

Ketinggian lokasi yang ideal untuk budidaya kodok yaitu 1600 dpl. tanah tidak sangat miring tetapi dan tidak sangat datar, kemiringan ideal 1-5%, artinya didalam jarak 100 m jarak kemiringan pada ujung-ujungnya 1-5m. air yang jernih atau sedikit tercampur lumpur ada selama hidup. air yang jernih akan memperlancar proses penetasan telur.kodok dapat hidup di air yang bersuhu 2–35 drajat c. suhu waktu penetasan telur adalah anata 24–27 derajat c, dengan kelembapan 60–65%.air mengandung oksigen lebih kurang 5-6 ppm, atau minimum 3 ppm. karbondioksida terlarut tidak kian lebih 25 ppm.dekat dengan sumber air dan diusahakan air dapat masuk dan keluar dengan lancar dan bebas dari kekeringan dan kebanjiran.

kodok 1Persiapan fasilitas dan peralatan kolam.

Didalam proses pembuatan kolam menurut cara beternak katak lembu, tidak bisa cuma menggali atau menimbun saja tetapi harus memadukan keduanya hingga akan memperoleh wujud dan konstruksi kolam yang ideal. buat memasukkan air ke didalam kolam dibutuhkan saluran yang konstruksinya dibikin dari pasangan bata merah atau batako yang diperkuat dengan semen dan pasir

 

 

kodok 2 Kolam penetasan

kolam penetasan dibikin lebih dari satu buah, dari tembok dengan air sedalam 30 cm dan air mengalir atau diberi aerasi yang luas. luas kolam semuanya 10 m².

Kolam kecebong.

Terdiri dari lebih dari satu kolam yang masing-masing luasnya berkisar anta 5 m² – 6 m², dengan basic lantai terbuat dari semen.

Pemberian pakan.

Ada beragam macam makanan yang bisa diberikan untuk kodok di kolam pembesaran percil ataupun di kolam pembesaran kodok remaja. makanan percil sampai kodok dewasa berbentuk cincangan daging bekicot, cincangan daging ikan, ulat, belatung, serangga, mie, bakso dan beragam benih ikan dan ketam-ketaman kecil – pellet ( pakan ikan ) dan yang lain. dapat juga diberikan makanan buatan, dengan meramu makanan buatan kita dapat menyusun cocok dengan tingkat umur kodok, yang kadang-kadang sukar dikerjakan seandainya kita memberinya makanan yang segera didapat dari alam. karena jadi masalah yang kerap dialami layaknya ukuran makanan semakin besar dari lebar bukaan mulut kodok tak perlu terjadi lagi.

kodok 5Kolam kodok dewasa.

Pada kolam ini kodok telah berumur pada 2–6 bln.. kolam yang dibutuhkan terdiri dari 2, dengan masing masing luas kira–kira 20 m²,

dengan konstruksi basic dan dinding tembok dan kawat. kedalaman air yang dibutuhkan pada 30–40 cm.

menyiapkan kolam produksi.

 

KODOK 7 Pascapanen

Proses penanganan pasca panen juga amatlah gampang. untuk melindungi supaya kodok terus hidup dan segar, jadi kita dapat memakai karung goni atau tas kain yang dibasahi. pengangkutan sangat aman dikerjakan pada pagi hari atau sore hari. seandainya pengangkutan dikerjakan untuk jarak jauh jadi butuh dibuatkan kotak kayu yang didesain dengan spesial, dan kapasitasnya sesuai dengan besarnya kotak kayu tersebut.

 

 

Panen terdiri dari :

  1. Hasil Utama yaitu daging
  2. Kulit ( dikeringkan dibuat kerupuk kulit katak )
  3. Hasil Tambahan.

Sanitasi dan tindakan preventif

Telur yang telah dibuahi, dipindahkan pada kolam penetasan. kolam dibersihkan dari hama dan kotoran sebelum saat dipakai. telur harus dipisahkan dari induknya hingga telur tidak terganggu proses penetasannya dan tidak dimakan oleh induknya. Memindahkan telur jangan sampai pecah sarangnya atau lendirnya. Telur-telur akan menetas sesudah 48–72 jam pada suhu air 24–27 derajat c. apabila telah menetas dipelihara pada kolam yang sama sepanjang 10 hari.
Hama dan penyakit.

Penyakit, hama dan penyebabnya penyakit kodok biasanya dikarenakan oleh serangan jamur dan bakteri. Paha kaki berwarna merah, luka dan kulit melepuh yaitu penyakit yang menyerang kodok yang berusia 1-2 bln. Menular dan menyerang sistem saraf, hingga akan mati didalam lebih dari satu jam.
Pencegahan serangan penyakit dan hama

Bakteri dapat menyerang kecebong, gejalanya ekor luka dan berwarna putih. penanggulangannya memisahkan kecebong yang diserang, kolam dibersihkan dengan pk, dosis 0, 05 gram/ liter 15 hari sekali, janganlah berikan makanan yang kandungan proteinnya melebihi dosis 10–15% lantaran perut kodok akan jadi kembung. penyembuhan dengan antibiotika streptomisin/tetrasiklin, obat luar dengan pemakaian betadine, atau direndam didalam nacl 0, 15 gram/liter air sepanjang 30 menit, diulang sampai 4 kali.
Pemberian vaksinasi dan obat

Penyembuhan kaki merah dan bisul pada kodok, memandikan kodok didalam larutan nifurene 50–100 gram/m² air, atau dengan suntikan teramisin 25 mg/kg, atau streptomycin 20 mg/kg berat kodok. Penyakit dubur keluar diobati dengan langkah pisahkan dan istirahatkan 2–3 hari dan tidak diberi makan. penyakit yang lain yaitu dubur keluar ( ambaien ) pada percil ( kodok muda ). buat mengatasinya, populasi tidak bisa sangat padat dan kolam kudu bersih dan pemberian kandungan kalori didalam makanan tidak bisa melebihi dosis 3400 cl/kg makanan.

Akhirnya Kami dari Team The Coach Community mengucapkan selamat untuk Bapak Y Ari Budi, atas jerih payahnya selama ini dan berhasil membuktikan bahwa ternak katak lembu ternya berhasil dan bisa dipelajari. Untuk meningkatkan pengetahuan pak Ari dan mengeliminr kegagalan maka kami team the coach memiliki inisiatif untuk mensharingkan beberapa pengetahuan tentang bagaimana bertenak katak lembu dan peluang pasarnya. Semoga bermanfaat bagi seluruh anggota the coach community. Terimakasih

Salam The Coach.

Sumber : Wawancara Sapodo Bertoes/Novi/Adityo dengan Y. Ari Budi + www.google.co.id/search?q=budidaya+katak+lembu www.melirik-bisnis-kodok-lembu

 

Comments

0 thoughts on “Budidaya katak Lembu atau “ Bullfrog “

Tinggalkan Balasan ke admin Batalkan balasan

4 × 5 =