Fenomena Batu Bulu Macan dan Bulu Monyet

By: | Tags: | Comments: 0 | Mei 27th, 2015

Beberapa tahun yang lalu, pasar batu mulia Indonesia cukup dikagetkan dengan adanya penemuan sebuah batu permata yang terlihat cukup unik dan memiliki fenomena berupa inklusi di permukaannya yang terlihat ‘bergerak-gerak’ ketika adanya sorotan cahaya. Opini pun berkembang luas tentang jenis batu tersebut yang sebenarnya. Ada dua warna, pertama berwarna hitam dengan kilatan emas keabu-abuan dan yang satunya berwarna hijau dengan kilatan putih. Yang berwarna hitam adalah ‘Bulu Macan’ dan yang berwarna hijau adalah ‘Bulu Monyet’.

Inklusi di Permukaan
Masih teringat ketika pertama kalinya Kami menerima sample ‘Bulu Macan’ untuk diteliti, kami pun cukup kesulitan dalam mencari referensi yang memadai dari sumber-sumber yang dapat di percaya, namun pada akhirnya setelah kami rasa referensi yang didapatkan sudah cukup, maka kami pun memberikan hasil untuk batu tersebut adalah Pietersite Quartz. Lain halnya dengan batu yang warna hijau, ‘Bulu Monyet’ tadi yang meskipun menyita waktu untuk diteliti namun pada akhirnya cukup memuaskan, karena kami berhasil menemukan kriteria identik yang merujuk terhadap batu dengan jenis Seraphinite.

Seraphinite
Sebagian para penggemar Batu Mulia di Indonesia mengira bahwa keduanya adalah batuan yang sama, namun setelah melakukan penelitian demi penelitian, maka Kami menyimpulkan bahwa keduanya adalah batuan yang berbeda. Meskipun merupakan hal yang wajar jika ada yang mengira bahwa ‘Bulu Macan’ dan ‘Bulu Monyet adalah jenis batuan yang sama dikarenakan memang adanya ‘kemiripan’ karakter satu sama lainnya. Ada dua komponen utama yang meyakinkan kami bahwa keduanya adalah batu yang berbeda; Pertama, struktur bahan (rough) serta inklusi keduanya berbeda jauh, dan yang kedua, adalah ‘hardness’ atau ‘kekerasan’, secara mengejutkan, ‘Bulu monyet’ atau Seraphinite memiliki hardness yang cukup rendah jika dibandingkan dengan ‘Bulu macan’, yang pada awalnya kami sebut Pietersite Quartz tersebut.

Kami tidak berhenti dalam menggali informasi mengenai kedua jenis batuan tersebut, terutama ‘Bulu Macan’. Kami pun melakukan inisiatif untuk menghubungi GIT Thailand dan menjelaskan kepada mereka mengenai hal ini. Pada akhirnya mereka tertarik dan meminta kami mengirimkan kedua sample batu tersebut. Sekitar satu minggu setelah sampai ditangan mereka, mereka pun menginformasikan kepada kami bahwa hasil mereka untuk ‘bulu monyet’ sama dengan kita yaitu Seraphinite. Namun tidak untuk ‘bulu macan’, mereka meminta waktu yang lebih panjang untuk jenis yang satu ini. Kami pun memberikan izin dengan harapan mereka dapat membantu kami, serta memberikan hasil penemuannya. Dua minggu pun berlalu ketika mereka akhirnya kembali menghubungi kami dan mereka menyatakan belum dapat menemukan hasil yang cocok untuk batuan jenis apapun dan karena itu mereka tidak dapat memberikan opini maupun jawaban, ini hal yang wajar dikarenakan dunia Batu Mulia itu memang cukup luas dan masih terus berkembang, akhirnya Kami pun semakin penasaran dan bertekad untuk menemukan hasil yang tepat untuk ‘bulu macan’ ini.

Setelah kembali dilakukan riset secara intensif dengan penuh determinasi tinggi agar publik mendapatkan informasi serta pengetahuan yang akurat akan batu ‘bulu macan’ ini. Penelitian dikagetkan ketika menemukan salah satu ciri dari Natural Glass didalam Bulu Macan ini. Para peneliti sendiri masih sulit untuk mempercayai penemuan terbaru ini. Dari banyaknya referensi yang kami pelajari, ternyata ciri-ciri dari Natural Glass yang lebih spesifik lagi adalah Basaltic Glass bisa dikatakan identik dengan batu ‘Bulu Macan’ yang sedang kami teliti ini, mulai dari Refractive Indexnya, Spesific Gravity, serta kandungannya.

 

Leave a Reply

five × 3 =