“Hummingbird”, Masa Lalu Jadi Energi Kehidupan

By: | Tags: | Comments: 0 | Agustus 6th, 2014

PUNYAILAH mimpi agar kemudian bisa merancang masa depan. Mimpi atau impian tentang masa depan menjadi semacam energy batin untuk melakoni kehidupan dan orang pun dibuat menjadi semangat karenanya.

Namun Hummingbird justru bicara tentang masa silam yang kelam.

Senafas dengan genre serie noire film Eropa –termasuk Inggris—maka Hummingbird pun lalu dikemas serba kelam. Masa lalu yang kelam tidak hanya membekas di lubuk hati dan pikiran Joseph “Joey” Jones (Jason Statham), melainkan juga meludahi kehidupan Suster Cristina (Agata Buzek), seorang biarawati yang aktif bergerak dalam pelayanan sosial di kalangan tuna wisma.

Masa silam kelam

Joey adalah tentara desertir. Ia menjadi pesakitan dan dikejar-kejar oleh polisi militer Inggris sepulang dari tugas operasi militer di Afghanistan. Ia punya masa lalu kelam. Sebagian karena merasa bersalah, karena gagal melindungi tentara Inggris yang dibantai musuh di Afghanistan. Sebagian lagi dinyatakan bersalah karena telah membantai rakyat sipil; juga di Afghanistan.

Suster Cristina pun dibebat oleh masa silam yang kelam: diperkosa berkali-kali oleh guru senamnya saat masih berusia sangat muda di Warsawa. Mungkin karena masa lalu inilah, dia lalu ‘menebus’ kekelaman itu dengan menjadi seorang biarawati.

Hummingbird Suster Cristina

Namun, masa silam yang kelam itu pula yang membuat baik Joey dan Suster Cristina menjadi punya ‘daya juang’ untuk membangun hidupnya kembali di atas puing-puing masa lalu. Itulah sebabnya, Joey berhasil membenamkan dirinya setelah tanpa sengaja bisa ‘ganti rupa’ menjadi orang lain yang kaya raya.

Dalam sekejap, Joey menjadi Sinter Klas di kalangan para tuna wisma di London dan menjadi pecinta sejati dengan siapa akhirnya Suster Cristina secara sekilas menikmati hubungan batinnya sebagai seorang perempuan dalam satu ranjang dengan seorang pria.

Hummingbird besutan sutradara Steven Knight sama sekali tidak bicara tentang dar-der-dor seorang Joey, sekalipun dia mantan anggota pasukan khusus Inggris. Film serie noire ini hanya sekilas menayangkan jenis burung kecil –semacam prenjak di Jawa—yang boleh dibilang suka ribut namun indah suaranya.

Hummingbird lebih bicara soal manusia yang sepi, namun punya daya juang hidup justru karena punya masa silam kelam. Inilah indahnya sebuah film ketika harus bicara tentang hidup manusia yang ‘terlempar’ ke masa silam tanpa dia bisa memilih sendiri kemana akhirnya hidup selanjutnya harus ditata dan direncanakan.

Leave a Reply

two × four =