Mantap Berbisnis CILOK

By: | Tags: | Comments: 0 | August 14th, 2014

[dropcap]B[/dropcap]ambang Kusnio adalah seorang anggota the coach dari Bank BCA yang telah menunjukan usaha gigihnya dengan membuat usaha atau bisnis berjualan “Cilok “ Kata Cilok sendiri menurut bahasa Lokal orang Sunda/ Bandung berarti Aci di colok ( Aci : berarti tepung kanji dan Colok : artinya di tusuk ). Cilok adalah makan antara tradisional masyarakat Bandung – Jakarta dan sekitarnya bahkan sekarang sudah merambah ke Jateng dan Jatim. Cilok terbuat dari daging sapi yang dicampur dengan bumbu khusus dan dicampur dengan tepung kanji setelah itu direbus tidak matang, biasanya dimakan bersama sambal/ saus tomat/ saus kacang dan kecap manis.

Bambang Kusnio mulai menekuni bisnis cilok ini sekitar bulan Maret  2014 , setelah beliau mengikuti program MPP ( Masa Persiapan Purna Bhakti ) yang diadakan oleh Bank BCA bekerjasama dengan vendor MIC (Menuju Insan Cemerlang). Awalnya menemukan ide berjualan Cilok ini adalah didapat dari teman-teman beliau ketika duduk bersantai dan saling mengungkapkan impian mereka di saat menjelang masa purna bhakti.

Bermodal sekitar 3 jutaan, mulailah Bambang Kusnio memulai usaha cilok. Awal mulanya membuat 1 rombong pikul dan berjualan disekitar rumahnya. Membuat ciloknya pun awalnya juga tidak mengerti, sehingga cilok yang dijual saat itu adalah membeli dari Sukabumi. Berkat keuletan dan kegigihanya sekarang ini yaitu dibulan Juli 2014, Bambang Kusnio sudah memiliki 5 tempat usaha yang cukup menjanjikan ( 1 gerai di Celeduk – 2 gerai di Cengkareng dan 2 rombong pikul berada di sekitar rumah ) Kemampuan produksi beliau sekarang mencapai 5 kg daging sapi /per hari setara dengan omset Rp. 3.000.000/hari. Tahukah anda bahwa beliau sekarang sudah mempekerjakan karyawan sebanyak 3 orang. Ketika Team The Coach :mengadakan wawancara dengan beliau ada satu jawaban dari beliau yang membuat team the coach merasa habis pikir yaitu : “mengapa bapak memilih menek unit bisnis jualan cilok, mengapa tidak yang lain seperti : Siomay – Batagor atau Ngewarung dan lain-lain.Ternyata jawaban Pak Bambang, sepertinya sudah jauh lebih dalam menganalisa tentang usaha cilokini .lihat analisa beliau :Usaha Cilo kini gampang cara membuatnya

    1. Usaha Cilo kini luas pangsa pasarnya (anak kecil – ABG – orang dewasa) mereka suka makan cilok.
    2. Usaha Cilo kini praktis, karena sakali produksi bisa disimpan di fresher dan tahan beberapa hari tidak rusak.
    3. Harganya terjangkau ( @seribu rupiah ).
    4. Usaha Cilok belum banyak pesaingnya.

Bahkan beliau bukan hanya menganalisa tentang peluangnya tetapi juga tentang kesukarannya yaitu “kalau membuat diatas 5 kg daging giling jika mengaduknya tidak merata, maka hasil akhirnya menjadi hancur, karena kurang padat. Dengan demikian beliau butuh waktu dan butuh sabar jika memproduksi 5kg/hari, karena semuanya masih manual.

Harapan beliau kedepanya adalah ingin mengembangkan usaha cilo kini seluas & besar mungkin, bukan hanya di sekitar tempat tinggalnya saja tetapi beliau ingin ekspansi keluar kota, dengan catatan jika nanti sudah benar-benar pensiun, karena sekarang masih ada keterbatasan waktu-tenaga dan biaya. Saya planingkan ke depan jika waktu-tenaga dan biaya sudah kami terima dari perusahaan kami tercinta yaitu Bank BCA, maka saya akan lari kencang dan full semangat untuk mengembangkan usaha kami sendiri dan untuk membahagiakan orang-orang yang saya cintai. Terima kasih Bank BCA– Terima kasih MIC, dukungan mu sungguh sangat membuat kami semangat.

Salam The Coach.

Ditulis dan di wawancarai oleh :
Sapodo BertoesEditor: Adityo Wicaksono
Koordinator The Coach Community.
Mobil Phone : 085211283530
E.mail : spdmic02@yahoo.com
Dibuka untuk
keperluan Motivasi & Inspirasi anda pribadi
Silahkan hubungi :
Bambang Kusnio
081617354497

 

Leave a Reply

3 × one =