Mie Ayam Grobakan

By: | Tags: | Comments: 0 | Agustus 7th, 2014

Pemilik waralaba “Mie Ayam Grobakan” Wahyu Indra menawarkan kemitraan dengan biaya terjangkau. Ia juga tak menerapkan pola franchise fee yang diambil dari total penjualan mitra untuk menarik peminat.

Dengan bermodalkan Rp7,5 juta, calon mitra sudah bisa memulai usaha “Mie Ayam Grobakan”. Dengan biaya itu, mitra akan mendapatkan satu unit gerobak mi ayam dengan segala peralatannya. Calon mitra hanya cukup menyediakan tempat yang strategis dan semangat untuk menjalankan bisnisnya.

Calon mitra cukup membeli bahan baku berupa mi yang dibuat Wahyu sendiri, dengan resep khusus miliknya. Mitranya juga dilatih membuat resep bumbu mi ayam dan dibebaskan berimprovisasi dengan usaha “Mie Ayam Grobakan” itu.

“Bahkan, si pemilik dapat menambahkan namanya dalam berjualan, namun tetap harus ada tulisan “Mie Ayam Grobakan” di grobaknya sebagai ciri khas masih dalam satu grup,” katanya

Mitra “Mie Ayam Grobakan” pun diberikan kebebasan berkreasi untuk menjual berbagai makanan dan minuman selain mi ayam. “Saat ini, saya hanya menyuplai ke mitra, mi saja, yang tanpa bahan kimia dan pengawet,” katanya.

Dengan modal awal Rp7,5 juta, jika target penjualan sehari 25 mangkuk, tingkat pengembalian investasi (return of investment) bisa mencapai 3,5 bulan. Total keuntungan yang didapat Rp2,4 juta per bulan.

Wahyu mengumpulkan mitranya setahun sekali untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan di tiap cabang. Ia juga terus berinovasi dengan meluncurkan satu menu baru setiap tahun.

“Saya selalu memberikan hal yang terburuk kepada para mitra, sehingga mereka sudah mengerti masalah yang ada dan aware. Karena, pada dasarnya, saya cuma menyediakan tools untuk berjualan, sukses atau tidaknya tergantung semangat dan kemauan para mitra itu sendiri,” katanya.

Untuk dapat bersaing dengan sehat antarcabang, ia mensyaratkan satu cabang dengan cabang yang lain minimal berjarak 2,5 kilometer. Ia juga memberikan kebebasan harga mi ayam per mangkuknya kepada mitra usahanya.

Hal ini mempertimbangkan sewa lokasi yang berbeda antartempat satu dan lainnya. Selain itu, jika lokasi kurang strategis, ia meminta mitranya untuk menyediakan layanan antar.
Waralaba sejak 2010 itu kini menghasilkan 150 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Wahyu sengaja memilih mi ayam gerobak kayu sebagai ciri khasnya.

Menurut dia, mi ayam merupakan makanan yang merakyat dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat bawah. “Bagi saya, mi ayam, ya, yang dijual pakai gerobak, kalau yang lain sudah bukan mi ayam lagi,” katanya.

BAGI ANGGOTA THE COACH YANG BERMINAT BISA LIHAT DISINI

Leave a Reply

2 + 7 =