Salam sapa Team The Coach kali ini untuk keluarga Bapak Suwesma Di Jakarta.

By: | Tags: | Comments: 0 | Juni 29th, 2016

Nama              : Bapak Suwesma

Pasangan         : Ibu Fahiroh

Alamat            : Jakarta

Nomor telpon  : 0586 – 8XXX –XXX

Eselon              : 7

Pensiun            : Februari 2013

Usaha              : Jual LPG 3 Kg dan Aqua Galon

Mulai usaha    : Mei 2013

Omset/Bulan   : ± 125 Juta

Bapak Suwesma  adalah seorang anggota The Coach dari Bank BCA Jakarta  yang sudah memasuki masa purna bhakti per Februari 2013. Kegiatan Beliau saat ini adalah usaha berjualan gas LPG 3 Kg dan juga air mineral baik galon ataupun air minum dalam kemasan.

Sebelum memasuki masa purna bhakti, Bapak dan Ibu bingung mau usaha apa. Sebelumnya Bapak berencana mau jadi suplier beras, bengkel bahkan ingin berjualan keramik. Kemudian Bapak menetapkan berjualan LPG karena LPG merupakan kebutuhan primer, tidak mengenal musim. Musim panas ataupun hujan, dan banyak orang yang membutuhkan.

Tepatnya 3 bulan setelah memasuki masa purna, Bapak Suwesma mulai berjualan LPG 3 kg di depan rumahnya. Toko Bapak buka mulai pukul 08.00 – 17.30 WIB, dari hari Senin hingga hari Sabtu. Walaupun hari minggu libur, tetapi banyak juga pelanggan Bapak yang datang untuk membeli. Setiap harinya yang menjaga toko Bapak sendiri dan ditemani 1 orang karyawan.

Usaha Bapak Suwesma semakin berkembang, dari hanya berjualan Gas LPG 3 Kg bertambah berjualan air mineral dan sampai detik ini total barang yang dijual sebanyak 21 jenis ( bermacam-macam air mineral ).

Untuk gas LPG, per hari bapak bisa menjual 100 tabung sedangkan air mineral kemasan gallon bisa 80 galon/hari. Hingga saat ini Bapak sudah mempunyai pelanggan tetap sebanyak 12 toko. Omset perhari  bisa mencapai 4 – 5 juta/hari.

Di setiap usaha pasti ada kendala dan competitor. Kendala yang dialami saat ini adalah seringnya keterlambatan agen LPG dalam hal pengiriman barang. Hal ini menyebabkan LPG yang dipesan tidak sampai sesuasi pesanan ( sore hari baru datang ). Hal ini menyebabkan para pelangan membeli ketempat lain. Untuk mengatasi competitor, Bapak menjual barangnya lebih murah daripada toko lain. Bapak memperkecil keuntungan tetapi omset tetap naik.

Bapak Suwesma berharap, rekan-rekan yang lain tidak mengganggur setelah masuk masa purna. Bukan uang semata yang kita cari tetapi dengan adanya kegiatan, kita tidak menjadi stress dan cepat pikun. Yang terpenting juga tetap jaga kesehatan dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

15 − 6 =