Singkirkan Rasa Malu Dan Raup Jutaan Rupiah

By: | Tags: , , , , , , , , | Comments: 0 | December 9th, 2014

The-Coach – Pasangan suami istri Pak. Edi dan Bu. Indri, sekalipun kurang tujuh tahun lagi memasuki masa pensiun tetapi beliau sudah menyiapkan diri untuk membuat sebuah usaha yang diyakini akan bisa menggantikan gaji bulanan yang biasa mereka terima dari Djarum. Memang awalnya sulit untuk memulai mengambil uang receh atau uang kecil seribu rupiah dari setiap keuntungan dari buka kantin dan jual aneka gorengan. Oleh karena ketekunan beliau hari ini pasangan Edi dan Indri semakin menapaki tingkat rejeki yang lebih besar dengan seringnya mendapatkan Order Nasi Kotak, Es Kacang hijau, Aneka gorengan dan Snack dari kantor Djarum yang tidak tanggung –tanggung sekali order antara 150 s/d 250 porsi, biasanya untuk acara meeting , ultah dan outing tuturnya.

Pak Edi dan Bu Indri diberi kesempatan oleh Djarum untuk mengelola kantin di kantor CSO Pondok Bambu, beliau manfaatkan kepercayaan ini untuk berjualan nasi soto, rawon, pecel, soto mie dan aneka gorengan, tidak tanggung tangung Omset beliau dari hasilnya kantin saja mencapai Rp. 2.000.000/hari, belum orderan nasi kotak-snack-gorengan dan lain lain. Bu Indri selain mengelola kantin bersama dengan 4 orang karyawannya, beliau juga sedang bertugas di kantor Perum ASABRI milik Dephan di Jakarta. Dari hasil pernikahan Edi dan Indri dikaruniai 3 orang anak yang menurut pak Edi mereka semua memiliki jiwa bisnis yang tinggi. Anak Pertama kuliah di UNDIP Semarang, anak kedua kuliah di UNAS daerah pasar minggu dan anak bontotnya kuliah di UII Jogjakarta, sedang Pak Edi hanyalah lulusan SMA.

Apakah latar belakang kerja beliau selama ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan usaha pak Edi ? tidak selamanya latar belakang itu selalu ada korelasinya dengan bisnis yang ditekuni selama ini. Latar belakang pak Edi adalah berawal dari seorang distribusi dan sekarang dibagian Promosi, Justru latar belakang ini yang membuat pak Edi merasa nyaman dan tidak terasa memasuki zona nyaman, sehingga untuk memulai pekerjaan yang berskala omset kecil dia merasa malu, enggan, gak enak, apa kata orang nanti, itulah yang dirasakan oleh Pak Edi pada awalnya memulai bisnisnya hari Ini.

Training Persiapan memasuki masa Purna Bhakti ( MPP ) yang diikuti pada bulan September 2014 di Bogor itulah yang selalu menguatkan beliau untuk tetap bersemangat dan tegar, beliau bilang “ Selama tidak berdosa lakukan “ dan “ hilangkan rasa malu “ memang betul apa yang dikatakan Bu. Selly katanya “ awal dipaksa, terus terpaksa dan akhirnya terbiasa “ Saya awalnya malu, Saya paksa untuk membuang rasa malu Saya, terus Terpaksa Saya jalankan terus usaha ini karena uang modal sudah Saya investasikan, lah…. Akhirnya Saya menjadi terbiasa menjalankan pekerjaan ini. Apalagi setiap hari terima Rp. 2.000.000 bukan lagi terbiasa tetapi Saya malah bahagia, katanya.

Kedepan Pak Edi Memiliki rencana untuk mengembangkan usahanya dengan membuka beberapa warung di luar kantin yang ada sekarang ini. Beliau ingin membuka warung nasi dan aneka Juice, rencananya akan buka di beberapa tempat. Sebagai mitra bisnis beliau kami The Coach Community menawarkan bantuan jika ada kesulitan dalam membuka usaha jangan dipikirkan sendiri, mulai dari merencanakan menu, bagaimana promosinya, bagaimana penataan keuangannya dsb. Sekarang Pak Edi mempunyai partner kerja-punya konsultan yang tidak perlu dibayar dan konsultan tersebut buka 24 jam melayani anggotanya yaitu The Coach Community . Kontak team the coah sampaikan masalah dan pastikan dapat solusinya. Ini bukan janji tetapi tem ini sudah lebih dari 5 ( lima tahun bekerja membantu para anggota dan sudah berhasil mencetak puluhan pengusaha baru setelah masa pruna bhakti mereka.

Alhamdulilah berkat kerja keras di Djarum beliau dapat membeli 1 rumah, dapat menyekolahkan 3 anaknya di Perguruan tinggi semua, bahkan dari 1 rumah sekarang sudah bisa membeli 3 rumah yang dipersiapkan untuk masing-masing anaknya nanti. Inilah sosok Pak Edi dan Bu Indri yang bisa menginspirasi banyak orang disekitarnya.

Salam The Coach

Sapodo Bertoes.

Ditulis oleh :

Sapodo Bertoes & Novi

Di edit & diupload oleh : Adit & Udin

Di Foto oleh : Novendra

Leave a Reply

ten − 7 =