Tips Mempersiapkan Keuangan Anda Sebelum Memulai Bisnis

By: | Tags: | Comments: 0 | September 5th, 2014

Woman Balancing Her Checkbookch

Enterpreneurship alias berbisnis sedang naik daun dalam kurun waktu 5-10 tahun terakhir.  Salah satu cara yang banyak digunakan oleh banyak orang untuk dapat mencari income tambahan (atau bahkan income utama) adalah dengan cara melakukan usaha (sebut saja berbisnis).

Semangat yang menggebu-gebu untuk berbisnis sayangnya sering kali tidak didukung dengan persiapan secara matang, khususnya persiapan mental pribadi dan keuangan pribadi.  Sebagai seseorang yang baru akan memulai bisnis sebaiknya perlu dilakukan perencanaan keuangan yang matang untuk bisnis yang akan kita jalankan. Tujuan dilakukan perencanaan yang matang ini adalah untuk meminimalisasi tingkat resiko yang akan terjadi terhadap keuangan kita jika suatu saat terjadi kejadian yang tidak kita harapkan. Jangan sampai bisnis yang kita jalani ini akan menjadi beban dan kemudian menjadi masalah baru bagi kehidupan kita dikemudian hari.

Lalu apa sajakah yang harus kita lakukan sebelum kita memulai untuk berbisnis? Yang harus kita lakukan sebelum berbisnis ada baiknya dilakukan financial check up terlebih dahulu terhadap keuangan kita. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan sebelum kita memulai bisnis:

Persiapkan Dana Darurat

Keberadaan Dana Darurat ini penting sekali. Fungsi dari Dana Darurat ini adalah sebagai Dana Cadangan yang dapat diambil jika kelak jika kita sedang dalam kondisi darurat, sebagai contoh untuk Dana Darurat keluarga kondisi darurat tersebut adalah PHK, anggota keluarga yang meninggal atau anak sakit. Bagi mereka yang akan memulai usaha sebaiknya penempatan Dana Darurat ini dipisahkan antara Dana Darurat untuk pribadi (keluarga) dengan Dana Darurat untuk usaha.

Sementara itu untuk dana darurat bisnis biasanya dipakai untuk beberapa hal.  Misalnya dipakai untuk mendukung biaya operasional atau pembelian bahan pokok apabila ternyata pembayaran tagihan kita belum dibayarkan.  Sering kali banyak perusahaan yang baru mulai kurang memperhitungkan biaya operasional sehingga ketika terjadi termin pembayaran mundur mereka kewalahan dan bermasalah dengan cash flow mereka.  Dana darurat bisa juga dipakai apabila ada kejadian buruk menimpa usaha kita yang memerlukan kita untuk membayar biaya ganti rugi ataupun penalty.

Besarnya Dana Darurat berbeda-beda disesuaikan oleh kondisi setiap individu atau keluarga. Sedangkan untuk penempatan Dana Darurat ini ada baiknya di tempatkan pada produk keuangan yang mudah di akses, aman dan memberikan kenyamanan (beresiko rendah).

Hindari Hutang Konsumtif

Bagi anda yang sedang ingin memulai berbisnis sangat tidak disarankan untuk memiliki hutang, terutama hutang konsumtif. Namun, jika anda sudah terlanjur memiliki hutang konsumtif, sebaiknya lunasilah terlebih dahulu hutang konsumtif tersebut. Besarnya bunga yang akan dibebankan pihak bank, suatu saat akan dapat sangat mengganggu keuangan anda. Di samping itu, belum stabilnya bisnis yang akan anda jalankan tentunya akan sangat memberatkan jika harus melunasi hutang tersebut. Jika ingin melakukan pinjaman dari Bank, sebaiknya dilakukan saat usaha yang anda jalankan telah berjalan minimal selama 2 tahun. Hal ini disebabkan sudah mulai stabilnya kondisi keuangan dari usaha yang anda jalankan.

Pastikan Anda telah Memiliki Asuransi

Keberadaan proteksi/asuransi ini sangat penting untuk melindungi nilai ekonomis Anda. Asuransi pertama yang wajib dimiliki adalah asuransi kesehatan.  Ini menjadi sangat penting dan urgent bagi anda yang memutuskan untuk keluar dari pekerjaan rutin anda dan memutuskan untuk menjadi seorang “pengusaha”.  Karena ketika anda masih bekerja anda masih mendapatkan benefit dari kantor anda, sedangkan ketika menjadi pengusaha maka anda sudah tidak dilindungi.

Selain itu, bagi mereka yang memiliki tanggungan seharusnya memiliki Asuransi Jiwa, sehingga jika terjadi resiko meninggal dunia yang bisa terjadi kapan saja, maka keluarga yang ditinggalkan masih tetap dapat bertahan hidup dengan menggunakan Uang Pertanggungan yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi, termasuk melanjutkan bisnis yang sudah dibangun. Perhitungan Uang Pertanggungan yang dibutuhkan sangat penting, maka dari itu lakukan perhitungan berapa besarnya Uang Pertanggungan yang dibutuhkan untuk keluarga Anda dengan benar sehingga premi yang akan anda bayarkan setiap tahunnya sesuai, tidak kurang atau lebih. Dan pastikan asuransi yang anda miliki merupakan asuransi murni yang tidak dicampur dengan investasi agar Uang Pertanggungan yang diberikan maksimal.

Pisahkan dan Atur Alur Kas (Cash Flow) agar Tetap Positif

Berhubungan dengan dana darurat diatas, salah satu problem terbesar dalam sebuah bisnis yang sering terjadi adalah pengaturan cash flow yang tidak baik.  Jangan sampai pepatah “Besar Pasak daripada Tiang” terjadi dalam keuangan Anda. Rencanakan agar pengeluaran yang anda miliki jauh lebih kecil daripada pendapatan yang anda dapatkan. Untuk keuangan personal (pribadi), kelebihan dana yang anda miliki ini kelak dapat anda gunakan untuk investasi dan menabung termasuk menginvestasikan dana anda ke bisnis anda. Sedangkan untuk usaha, kelebihan alur kas dapat digunakan untuk melakukan perluasan usaha atau untuk memberikan bonus kepada pegawai. Sama seperti keuangan pribadi untuk usaha, sebaiknya lakukan pencatatan setiap kali melakukan transaksi. Fungsi dilakukannya pencatatan ini adalah untuk menjaga agar tidak terjadi kebocoran yang tidak kita ketahui.

Yang paling terpenting dalam hal ini adalah untuk selalu melakukan pemisahan antara alur kas untuk pribadi (keluarga/rumah tangga) dengan alur kas untuk usaha.  Sering kali ditemukan keuangan pribadi dicampur dengan keuangan usaha yang kemudian mengakibatkan “modal usaha” ikut “termakan” untuk kepentingan keuangan pribadi.  Hasilnya adalah tidak ada modal usaha yang bisa diputarkan.  Oleh sebab itu, disiplin dalam pemisahan keuangan ini menjadi sangat penting untuk dilakukan.  Cara paling mudah adalah dengan menggunakan rekening bank terpisah antara rekening pribadi dengan rekening bisnis.

Memiliki double income dari hasil bekerja sebagai karyawan dan sebagai pelaku usaha memang tidak dilarang dan sudah lumrah terjadi pada zaman sekarang. Kebutuhan hidup dan banyaknya tanggungan yang kita miliki akan mendorong kita untuk menjalani kedua hal tersebut. Butuh perencanaan keuangan yang matang agar masalah yang ingin kita selesaikan tidak menjadi masalah baru lagi dikemudian hari. Tetap kembangkan disiplin untuk menjalani keduanya dengan perencanaan keuangan yang baik dan benar.

Selamat berbisnis, semoga Anda sukses.

( Yosephine P. Tyas )

 

Leave a Reply

one × 5 =